Oleh: wbwr2010 | Februari 1, 2010

Dekati Aku Lagi…

Pada hari Sabtu, 30 Januari 2010 pukul 09.00 WIB, dengan semangat membara pecukers kembali survei lokasi wbwr2010 untuk yang ketiga kalinya ke Bangkalan, Madura. Tim ini terdiri atas Iska, Idah dan cowoknya, Chaca, Anien, Ali, Febri, Indah, Citra dan Sita. Dengan langkah pertama memasuki kawasan tersebut, mereka berharap akan menjumpai reptor. 

Waktu demi waktu terus berjalan, pengamatan yang dilakukan dibagi menjadi dua bagian yaitu sayap kanan dan sayap kiri. Sayap kanan terdiri atas Iska, Anien, Chaca, Sita, Citra dan Ali. Sedangkan sayap kiri terdiri atas Febri, Indah, Idah dan cowoknya. Sebelum memasuki lokasi, pecukers ini disambut hangat oleh cangak abu (Ardea cinnerea) dan juga suara-suara dari Trinil Semak (Tringa glareola) di tengah-tengah sawah yang diapit oleh dua hutan mangove. 

Pecukers begitu senang mamasuki kawasan mangrove tersebut. Bahkan diantara mereka ada yang membawa sampel tumbuhan mangrove untuk diidentifikasi. Pengamatan yang dilakukan kali ini begitu santai dari pada sebelumnya. Karena cuaca yang begitu cerah meskipun panas juga membuat pecukers menjadi semangat membara pula untuk mencari tempat yang teduh. Sementara pecukers sayap kanan ada yang menggunakan jaketnya untuk kudung serta ada juga yang membawa payung. Sedangkan pecukers sayap kiri menempati sebuah gubug untuk melakukan pengamatan. Dari hasil pengamatan hanya ada beberapa burung saja. 

 

Pengamatan yang sungguh mengesankan, karena sudah mendapat sambutan dari cangak abu serta trinil. sehingga dalam waktu yang relatif tidak lama didapatkan 40 jenis burung. Bahkan dari lokasi juga sempat terlihat seekor monyet yang sedang nangkring diatas pohon yang diatasnya terdapat burung. Belum sempat burung teridentifikasi sudah terbang, akibat polah tingkah dari monyet tersebut. 

Hari sudah sangat terik, pecukers memutuskan untuk meninggalkan lokasi pengamatan pada pukul 13.00 WIB. Dan baru melangkah beberapa langkah saja, pecukers dikejutkan oleh seekor burung besar dengan ketinggian kurang lebih 8 meter diatas tanah dan dengan jarak pandang yang sangat dekat.  Reptor ini berpapasan dengan pecukers tanpa permisi dan tidak mau difoto. Sehingga tidak dapat ditampilkan dalam blog ini. Selain itu juga, hal ini juga disebabkan akan kekaguman pecukers terhadap reptor. Sampai-sampai kepala pecukers bagai kipas angin, yaitu mulai dari reptor itu datang sampai dia hinggap dan bersembunyi di balik pohon. Dalam hati pecukers mengatakan “dekati aku lagi dan ijinkan aku mengenalimu lebih dekat…” 

Sebelum memutuskan pulang, mereka bercanda sebentar. Yang kemudian si reptor kembali menampakkan diri. Bahkan ada tiga ekor dalam posisi yang berbeda-beda. Dengan langkah pasti, Febri mendekati reptor yang sedang hinggap rendah dipohon kecil. sampai sekitar 10 menit, pecukers mengidentifikasi dan semuanya sama-sama aktif  untuk menyatukan pendapat. Mantab rasanya pecukers disalami hangat oleh reptor. Hal ini disebabkan karena reptor sudah sangat susah untuk ditemui karena kelangkaannya dan juga biasanya terbang diatas ketinggian 20 meter diatas tanah (sita/pubdok-wbwr2010).


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.