Surabaya, Senin, 01/02/2010, 12:05 wib, natalia trijaji-jawakini
JAWAKINI.COM – POTENSI dan peran besar yang dimiliki daerah gunung Anyar, Surabaya dan Bangkalan, Madura, akhir-akhir ini mengalami banyak gangguan sebagaimana kawasan konservasi lainya, yaitu telah menjadi daerah yang rawan dengan konflik kepentingan dalam pemanfaatannya.
Karena itu salah satu upaya yang dapat menjadi prioritas adalah meningkatkan pemahaman akan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem alami daerah gunung Anyar, Surabaya, dan Bangkalan, Madura, dari kerusakan. Peningkatan pemahaman dapat dilakukan dengan melakukan upaya peningkatan nilai ekonomis dari ekosistem alami yaitu pengembangan ekowisata.
Pengembangan ekowisata dapat meningkatkan peran dan penghargaan masyarakat terhadap ekosistem alami daerah Surabaya dan Madura yaitu hutan mangrove, burung, hasil tambak dan ruang terbuka hijau yang nyaman.
Untuk itu diadakan kompetisi pengamatan burung liar Suramadu’s Water Bird Watching Race (WBWR). Kegiatan ini dapat menjadi event tersendiri sebagai upaya penyadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem alami, yaitu dengan membangkitkan ekowisata di daerah Surabaya dan Madura.
Birdwatching sendiri merupakan salah satu ekowisata yang mengalami perkembangan pesat akhir-akhir ini. Untuk lebih meningkatkan gengsi dalam pengamatan burung liar, kegiatan tersebut dibuat dalam sistem kompetisi bersifat tahunan dengan skala nasional.
Acara ini akan berlangsung selama 12-14 Februari. Opening ceremony pada 12 Februari akan dilakukan Walikota Surabaya, Bambang DH, di Gedung H. Lt III Kampus ITS Sukolilo Surabaya. Menurut panitia, peserta yang akan berpartisipasi dalam event ini berasal dari beberapa daerah di Indonesia maupun dari luar negeri. Ini menunjukkan masalah lingkungan hidup dan kelestarian alam mendapat perhatian besar dari dalam maupun luar negeri.
* (lia/red)*

SocialVibe