Save,Study and Use for Marine Bird

Indonesia termasuk negara yang memiliki habitat pantai potensial bagi burung-burung pantai baik penetap maupun migran. Sejauh ini telah banyak lokasi-lokasi yang teridentifikasi sebagai tempat singgah burung-burung pantai saat melakukan migrasi ke selatan maupun ke utara, seperti Wonorejo, Surabaya; Pantai Trisik, Yogyakarta; Muara Gembong, Bekasi; Muara Angke, Jakarta; Sayung, Semarang; Demak; Bagan Percut, Medan; Pantai Cemara, Jambi; Tulang Bawang, Lampung; Serangan, Bali, dll.

Dari hasil monitoring pengamat burung di Surabaya selama 5 tahun terakhir, ditemukan pula burung pantai berbendera, hal ini merupakan bukti bahwa Indonesia merupakan salah satu jalur migrasi burung-burung pantai. Selain itu burung pantai di Indonesia dan burung migran berbendera belum banyak terdata dan jikapun ada masih bersifat data kelompok atau perorangan. Sebagai jalur penting migrasi burung pantai, sudah saatnya Indonesia ikut berperan serta dalam jaringan internasional, baik dalam program penandaan bendera warna maupun aktif dalam pelaporan perjumpaan bendera warna.
Pada kompetisi Suramadu’s waterBird watching race,para bird watcher nantinya akan dimanjakan dengan berbagai macam spesies burung-burung air,perilaku,dan kebiasaan mereka yang menarik untuk diamati.Burung air adalah jenis burung yang seluruh hidupnya berkaitan dengan daerah perairan., burung air dapat diartikan sebagai jenis burungyang secara ekologis bergantung pada lahan basah. Lahan basah yang dimaksud mencakup daerah lahan basah alamidan lahan basah buatan,meliputi hutan mangrove, rawa,dataran berlumpur, danau, tambak, sawah dan lain-lain.
Burung air dijumpai hidup secara berkelompok, umumnya dalam kelompok yang sangat besar dengan jumlah individu banyak. Hal ini merupakan salah satu upaya perlindungan diri pada saat mencari makan. Pembentukan kelompok pada saat makan bertujuan untuk mengusik mangsa yang bersembunyi di dalam lumpur.Sebagian besar burung air adalah penghuni tetap daerah tropis dan subtropis. Biasanya mereka menjadikan daerahperairan atau lahan basah dan sekitarnya sebagai habitat,seluruh aktivitas hidup bergantung pada keberadaan daerah tersebut beberapa spesies burung air termasuk family Ardeidea menjadikan daerah perairan tawar dan sekitarnya seperti rawa, tambak, hutan bakau dan muara sungai sebagai habitat untuk tempat mencari makan. Ordo Ciconiiformes umumnya memilih daerah estuaria sebagai tempat hidupnya, hal ini berkaitan dengan proses pencarian makan. Kehadiran burung air dapat dijadikan sebagai indikator keanekaragaman hayati pada kawasan hutan mangrove. Hal ini berkaitan dengan fungsi daerah tersebut sebagai penunjang aktivitas hidup burung air, yaitu menyediakan tempat berlindung, mencari makan, dan tempatberkembang biak (bersarang).
Lokasi pertambakan yang juga akan menjadi track untuk peserta WBWR yaitu termasuk kawasan hutan mangrove.Kawasan hutan mangrove adalah daerah perairan yang memiliki ekosistem produktif serta merupakan daerah peralihan antara lingkungan terestrial dan lautan. Daerah ini umumnya ditumbuhi oleh jenis vegetasi yang khas berupa tumbuhan yang relatif toleran terhadap perubahan salinitas,karena pengaruh pasang surut air laut. Hutan mangrove berfungsi sebagai pelindung pantai yang dapat mengurangi dan mencegah terjadinya pengikisan daerah pantai. Hutan ini juga berperan dalam mendukung kehidupan fauna didaerah pesisir dan lautan
Mangrove merupakan habitat bagi berbagai jenis satwaseperti primata, reptilia, dan burung. Jenis burung yang hidup di daerah mangrove tidak selalu sama dengan jenisjenis
yang hidup di daerah hutan sekitarnya, karena sifat khas hutan mangrove .Secara
lebih rinci,penggolongkan family burung air di Indonesia sebagai berikut: Podicipedidae
(titihan), Phalacrococidae (pecuk), Pelecanidae (pelikan),Ardeidae (kuntul, cangak, kowak),Ciconiidae (bangau),Threskiornithidae (pelatuk besi, burung paruh sendok),

Anatidae (bebek, mentok, angsa), Gruidae (burungjenjang), Rallidae (ayam-ayaman, mandar, kareo,terbombok),Heliornithidae(finfoot),Jacanidae(ucingucingan),Rostratulidae, Haemotopodidae, Charadriidae(trinil), Scolopacidae (gajahan, berkek), Recurvirostridae, Phalaropodidae, Burhinidae, Glareolidae (terik) dan Laridae(camar).
Nantinya para birdwatcher tentunya akan menjumpai banyak spesies burung pantai dari berbagai family diatas .So Let’s Enjoying Bird conservation with love in Suramadu’s Birdwatching.(ari/pubdokwbwr)





SocialVibe