Oleh: wbwr2010 | Desember 16, 2009

Save,Study and Use for Marine Bird

Save,Study and Use for Marine Bird

Indonesia termasuk negara yang memiliki habitat pantai potensial bagi burung-burung pantai baik penetap maupun migran. Sejauh ini telah banyak lokasi-lokasi yang teridentifikasi sebagai tempat singgah burung-burung pantai saat melakukan migrasi ke selatan maupun ke utara, seperti Wonorejo, Surabaya; Pantai Trisik, Yogyakarta; Muara Gembong, Bekasi; Muara Angke, Jakarta; Sayung, Semarang; Demak; Bagan Percut, Medan; Pantai Cemara, Jambi; Tulang Bawang, Lampung; Serangan, Bali, dll.

Dari hasil monitoring pengamat burung di Surabaya selama 5 tahun terakhir, ditemukan pula burung pantai berbendera, hal ini merupakan bukti bahwa Indonesia merupakan salah satu jalur migrasi burung-burung pantai. Selain itu burung pantai di Indonesia dan burung migran berbendera belum banyak terdata dan jikapun ada masih bersifat data kelompok atau perorangan. Sebagai jalur penting migrasi burung pantai, sudah saatnya Indonesia ikut berperan serta dalam jaringan internasional, baik dalam program penandaan bendera warna maupun aktif dalam pelaporan perjumpaan bendera warna.

Pada kompetisi Suramadu’s waterBird watching race,para bird watcher nantinya akan dimanjakan dengan berbagai macam spesies burung-burung air,perilaku,dan kebiasaan mereka yang menarik untuk diamati.Burung air adalah jenis burung yang seluruh hidupnya berkaitan dengan daerah perairan., burung air dapat diartikan sebagai jenis burungyang secara ekologis bergantung pada lahan basah. Lahan basah yang dimaksud mencakup daerah lahan basah alamidan lahan basah buatan,meliputi hutan mangrove, rawa,dataran berlumpur, danau, tambak, sawah dan lain-lain.

Burung air dijumpai hidup secara berkelompok, umumnya dalam kelompok yang sangat besar dengan jumlah individu banyak. Hal ini merupakan salah satu upaya perlindungan diri pada saat mencari makan. Pembentukan kelompok pada saat makan bertujuan untuk mengusik mangsa yang bersembunyi di dalam lumpur.Sebagian besar burung air adalah penghuni tetap daerah tropis dan subtropis. Biasanya mereka menjadikan daerahperairan atau lahan basah dan sekitarnya sebagai habitat,seluruh aktivitas hidup bergantung pada keberadaan daerah tersebut beberapa spesies burung air termasuk family Ardeidea menjadikan daerah perairan tawar dan sekitarnya seperti rawa, tambak, hutan bakau dan muara sungai sebagai habitat untuk tempat mencari makan. Ordo Ciconiiformes umumnya memilih daerah estuaria sebagai tempat hidupnya, hal ini berkaitan dengan proses pencarian makan. Kehadiran burung air dapat dijadikan sebagai indikator keanekaragaman hayati pada kawasan hutan mangrove. Hal ini berkaitan dengan fungsi daerah tersebut sebagai penunjang aktivitas hidup burung air, yaitu menyediakan tempat berlindung, mencari makan, dan tempatberkembang biak (bersarang).

Lokasi pertambakan yang juga akan menjadi track untuk peserta WBWR yaitu termasuk kawasan hutan mangrove.Kawasan hutan mangrove adalah daerah perairan yang memiliki ekosistem produktif serta merupakan daerah peralihan antara lingkungan terestrial dan lautan. Daerah ini umumnya ditumbuhi oleh jenis vegetasi yang khas berupa tumbuhan yang relatif toleran terhadap perubahan salinitas,karena pengaruh pasang surut air laut. Hutan mangrove berfungsi sebagai pelindung pantai yang dapat mengurangi dan mencegah terjadinya pengikisan daerah pantai. Hutan ini juga berperan dalam mendukung kehidupan fauna didaerah pesisir dan lautan

Mangrove merupakan habitat bagi berbagai jenis satwaseperti primata, reptilia, dan burung. Jenis burung yang hidup di daerah mangrove tidak selalu sama dengan jenisjenis

yang hidup di daerah hutan sekitarnya, karena sifat khas hutan mangrove .Secara

lebih rinci,penggolongkan family burung air di Indonesia sebagai berikut: Podicipedidae

(titihan), Phalacrococidae (pecuk), Pelecanidae (pelikan),Ardeidae (kuntul, cangak, kowak),Ciconiidae (bangau),Threskiornithidae (pelatuk besi, burung paruh sendok),

Anatidae (bebek, mentok, angsa), Gruidae (burungjenjang), Rallidae (ayam-ayaman, mandar, kareo,terbombok),Heliornithidae(finfoot),Jacanidae(ucingucingan),Rostratulidae, Haemotopodidae, Charadriidae(trinil), Scolopacidae (gajahan, berkek), Recurvirostridae, Phalaropodidae, Burhinidae, Glareolidae (terik) dan Laridae(camar).

Nantinya para birdwatcher tentunya akan menjumpai banyak spesies burung pantai dari berbagai family diatas .So Let’s Enjoying Bird conservation with love in Suramadu’s Birdwatching.(ari/pubdokwbwr)

Oleh: wbwr2010 | Desember 15, 2009

G.Anyar Track

REPORTASE SURVEY SPOT PENGAMATAN DI AREAL PERTAMBAKAN GUNUNG ANYAR SURABAYA TIMUR

Pengamatan di daerah Gunung Anyar hampir tidak dilaksanakan karena tidak adanya anggota peCUK yang datang. Di saat sebelum berangkat beberapa anggota peCUK yang berangkat ke Gunung Anyar mempuyai kesulitan untuk menghubungi anggota peCUK yang lainnya, tetapi akhirnya dengan beberapa anggota peCUK rencana pengamatan di Gunung Anyar akhirnya terjadi terlaksana.

Di saat perjalanan tidak ada halangan sedikitpun, tetapi sesampai di Gunung Anyar anggota peCUK mengalami kesulitan untuk mencari dimana spot yang bagus untuk dijadikan pengamatan dan lokasi pengamatan untuk lomba WBWR 2010. Karena rencana pengamatan tersebut dijadikan satu dengan agenda survey WBWR 2010 yang rencananya di adakan di Gunung Anyar Dan Bangkalan Madura.

Kendala yang dihadapi dalam pencarian tempat pengamatan adalah kurang adanya burung pantai di sekitar tempat itu, karena struktur tambak yang sangat dalam. Tetapi terdapat banyak ditemukan spesies dara laut (Sterna sp.), kuntul (Egretta sp.), dan perjalanan dilanjutkan ke arah agak keutara dan hasilnya sama saja, karena burung pantai jarang ditemukan. Hanya beberapa spesies yng menampakan dirinya. Di saat perjalanan mencari spot yang bagus dilanjutkan kembali anggota PeCUK mengalami trouble untuk perjalanan karena anggota PeCUK yang tidak tahu tentang spot yang cukup bagus ditinggalkan oleh anggota PeCUK yang mengetahui tempat spot yang bagus jauh di belakang mereka, tetapi semua itu hanyalah masalah sepele. Dan akhirnya pencarian spot pengamatan sekaligus area pengamatan lomba WBWR 2010 dilanjutkan menuju daerah yang lebih dekat dengan laut. Dan akhirnya menemukan beberapa jenis spesies kuntul, trinil, mandar batu, kedidih dan pecuk.

Anggota PeCUK akhirnya melakukan pengamatan di daerah itu serta memikirkan kendala yang di hadapi apabila lokasi pengamatan lomba WBWR di lakukan di daerah itu. Dan anggota PeCUK menemukan beberapa spesies pantai yaitu : blekok sawah (Ardeola speciosa), kuntul kecil (Egretta garezetta), Itik benjut (Anas gibberifons), mandar batu (Galinula sp.), dara laut (Sterna sp.), walet sapi (Collocalia esculenta), trinil pantai (Actitis hypoleucos), pecuk (Phalacrocorax sp.), cucak kutilang (Pygnonotus aurigaster), raja udang biru (Alcedo coerulescens), merbah cerukcuk (Pygnonotus goiavier), remetuk laut (Gerygone sulphurea), tekukur biasa (Streptopelia chinensis), Kareopadi (Amaurornis phoenicurus). Sedangkan kendala yang dihadapi apabila lokasi pengamatan lomba WBWR dilakukan di daerah itu adalah kurang adanya sarana transportasi serta letak yang jauh sekitar 5 km dari jalan dan becek akibat terkena air pasang dari laut, jalan yang hanya dapat dilalui menggunakan motor atau jalan kaki, dan tidak adanya sumber air bersih.

Setelah beberapa menit melakukan pengamatan di daerah itu akhirnya mereka memutuskan untuk menyudahi pengamatan pada waktu itu karena kendala waktu. Waktu sudah tidak memungkinkan untuk melakukan pengamatan karena matahari sudah condong ke barat dan akan menghilang di peradabannya atau sudah magrib. (me2t/PECUK)

 

 

Oleh: wbwr2010 | Desember 5, 2009

Keindahan Gunung Anyar yang Memikat Hati Birdwatcher

http://bio.undip.ac.id/sbc/d/136-2/trinil_kaki_hijau09.jpg

Suatu fenomena alam yang sungguh menakjubkan dengan melihat keindahan migrasi burung yang terjadi pada sore hari, terutama di Gunung Anyar, Surabaya. Sebuah tempat yang luas dan terdapat banyak makanan bagi spesies burung pantai. Selain itu, kita juga dapat melihat jelas kebiasaan mereka, meskipun tanpa alat bantu melihat seperti binokuler atau monokuler.

http://bio.undip.ac.id/sbc/d/136-2/trinil_kaki_hijau09.jpg

Gunung Anyar merupakan tempat yang sangat tepat untuk mengadakan suatu kompetisi pengamatan burung. Karena terbukti, setelah dilakukan survei lokasi di Gunung Anyar, Surabaya terdapat berbagai macam spesies burung, terutama burung pantai. Serta dapat dilihat juga di petak-petak tambak yang terdapat spesies burung tertentu.

Oleh karena itu, Gunung Anyar, Surabaya dipilih sebagai lokasi WBWR2010 yang diadakan oleh KSBL pecuk Biologi ITS. Tempat pertambakan yang terdapat berbagai macam spesies burung yang bagus untuk melakukan kompetisi pengamatan burung. (sita/pubdok wbwr2010)

Ekosistem lingkungan alam sangat penting pengaruhnya dalam kehidupan umat manusia. Kestabilan ekosistem  lingkungan alam  akan memberikan dampak positif bagi manusia, sebaliknya jika lingkungan alam sekitar kita rusak akan berakibat buruk bagi manusia. Salah satu komponen penyusun kesetimbangan ekosistem lingkungan adalah burung. Burung memiliki peranan penting dalam ekosistem karena burung berfungsi sebagai pengontrol populasi serangga dan membantu penyerbukan bunga serta pemencaran biji (Hayati et. al., 2003). Ekosistem dapat dijaga, salah satunya dengan cara konservasi burung. Konservasi  mencakup berbagai aspek positif, yaitu perlindungan, pemeliharaan, pemanfaatan secara berkelanjutan, restorasi dan penguatan lingkungan alam (IUCN, 1980 dalam Iskandar, 2000).

Upaya konservasi dapat berjalan sukses apabila terdapat kontribusi langsung oleh seluruh elemen masyarakat, terutama masyarakat di sekitar kawasan yang mempunyai fungsi ekologis sangat penting. Daerah gunung Anyar, Surabaya dan Bangkalan, Madura merupakan kawasan yang mempunyai fungsi ekologis sangat penting, yaitu dengan sumber daya hutan mangrove yang sedang  berkembang. Hutan mangrove menjadi produsen makanan bagi ekosistem laut, dan hamparan lumpur yang luas menyediakan berbagai jenis molusca dan crustacea sebagai makanan burung-burung pantai. Keberadaan hutan mangrove yang luas dapat berfungsi sebagai penyerap karbon, dengan  demikian apabila keberadaannya dipertahankan atau ditingkatkan dapat berperan menjaga kestabilan ekosistem lingkungan.

Potensi dan peran yang besar yang dimiliki daerah gunung Anyar, Surabaya dan Bangkalan, Madura akhir-akhir ini mengalami berbagai gangguan seperti halnya kawasan konservasi lainya, yaitu telah menjadi daerah yang rawan dengan konflik kepentingan dalam pemanfaatannya. Oleh karena itu salah satu upaya yang dapat menjadi prioritas adalah meningkatkan pemahaman akan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem alami daerah gunung Anyar, Surabaya dan Bangkalan, Madura dari kerusakan. Peningkatan pemahaman dapat dilakukan dengan melakukan upaya peningkatan nilai ekonomis dari ekosistem alami, yaitu pengembangan ekowisata. Pengembangan ekowisata dapat meningkatkan peran dan penghargaan masyarakat terhadap ekosistem alami daerah Surabaya dan Madura, yaitu hutan mangrove, burung, hasil tambak dan ruang terbuka hijau yang nyaman.

Kegiatan kompetisi pengamatan burung (Birdwatching) liar dapat menjadi even tersendiri untuk upaya penyadaran masyarakat akan pentingnya penjagaan ekosistem alami, yaitu dengan membangkitkan ekowisata di daerah Surabaya dan Madura. Birdwatching sendiri merupakan salah satu ekowisata yang mengalami perkembangan pesat akhir-akhir ini. Untuk lebih meningkatkan gengsi dalam Pengamatan Burung liar, kegiatan tersebut dibuat dalam sistem kompetisi.

Oleh: wbwr2010 | Desember 1, 2009

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

« Tulisan Baru

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.